Ulasan Film Budi Pekerti

 RESENSI FILM BUDI PEKERTI 

Sumber https://21cineplex.com/budi-pekerti,130689,13BPEI.htm Identitas film 

Judul : Budi Pekerti  

Jenis film : Drama 

Sutradara : Wregas Bhanuteja 

Produksi : Rekata Studio dan Kaninga Pictures 

Durasi : 110 menit 

Tanggal rilis : 2 November 2023 

Tokoh :  

1. Sha Ine Febriyanti (Prani Siswoyo),  

2. Dwi Sasono (Didit Wibowo),  

3. Angga Yunanda (Muklas),  

4. Prilly Latuconsina (Tita Sulastri)

Orientasi 

Film Budi Pekerti merupakan film yang mengambil latar di kota Yogyakarta  saat masa pandemi. Film ini bercerita tentang seorang guru BK yaitu Bu Prani yang  terlibat konflik dalam sebuah video yang membuat dirinya banyak dibicarakan di media  sosial. Di dalam video tersebut memperlihatkan perselisihan antara Bu Prani dengan salah  satu pembeli putu. Video tersebut membuat nama Bu Prani sebagai seorang guru menjadi  kurang baik di mata para pengguna media sosial. Dan dari sinilah awal mula Bu Prani  dan keluarganya berusaha mengangkat kembali nama baik Bu Prani sebagai guru BK. 

Pesan dalam film Budi Pekerti 

Film Budi Pekerti memberikan sebuah gambaran bagi para penontonnya tentang  mental yang dimiliki oleh para pengguna media sosial. Media sosial merupakan media  yang penggunaannya melonjak di kala pandemi. Pandemi membuat kebanyakan orang  terpaksa harus beraktivitas di dalam rumah dan melakukan komunikasi dari jarak jauh.  Akibatnya setiap orang lebih menghabiskan waktunya dengan bersosial media, dari sosial  media mereka dengan cepat mendapat segala informasi dan terkadang kecepatan dalam  mendapat informasi membuat pengguna tidak dapat menelaah informasi dengan baik.  Mereka hanya dapat melihat dari informasi yang dikemas dengan baik sehingga dapat  menimbulkan asumsi yang sama bagi pembuat informasi. Dengan begini pengguna media  sosial hanya dapat berasumsi tanpa melihat fakta yang sebenarnya terjadi. 

Dari pesan yang telah disampaikan, film Budi Pekerti telah menyampaikan kritik  untuk para pengguna media sosial lewat konflik yang dihadapi oleh Bu Prani dan  Keluarganya dengan baik. Tak hanya itu film Budi Pekerti juga mengajarkan kita agar  tidak gegabah dalam mengambil tindakan seperti Bu Prani sebagai seorang guru BK yang  memberikan hukuman atau refleksi bagi para muridnya. Kita harus melihat dampak yang  akan terjadi kedepannya sebelum memutuskan suatu hal 

Kelebihan 

Pengambilan suasana pada film juga dibuat sangat realistis. Suasana dalam film  menggambarkan masa pandemi, masa yang begitu suram dimana semua orang terasa 

harus mengurung diri atau tidak bisa berinteraksi secara bebas di luar rumah. Selain itu  film ini juga dibuat secara totalitas di lihat dari latar belakang budaya Jawa yang di ambil  sehingga dapat dilihat di sepanjang film terdapat beberapa pemain yang sering kali  menggunakan bahasa Jawa yang terdengan lugas 

Film ini mengangkat isu cyber bullying yang terjadi di lingkungan sosial dan  konflik bersumber dari diangkatnya video yang menjadi penarik bagi asumsi pengguna  media sosial. Hal ini menjadi pengingat yang baik untuk berhati-hati dan bijak dalam  menggunakan media sosial. 

Kekurangan 

            Karena berlatar belakang budaya Jawa, beberapa pemeran dalam film Budi  Pekertipun melakukan percakapan dengan berbahasa Jawa di sepanjang film, hal ini dapat  membuat penonton yang bukan berasal dari etnis Jawa mengalami kesulitan untuk  memahami pesan yang terkandung dalam film. Konflik yang terdapat dalam film belum  terselesaikan secara tuntas dan membuat permasalahan dalam film tidak memiliki solusi  baik dalam menanggapi isu isu di dalamnya. Ending dari film Budi Pekerti dapat  menimbulkan berbagai pertanyaan bagi para penonton

Komentar

  1. Bagus si dari ulasan dan tata bahasanya aku sukaa

    BalasHapus
  2. wahhh tidak sabar ingin segera menonton filmyaa

    BalasHapus

Posting Komentar