Cerita Anak: Berang-berang Naik Sepeda

 BERANG-BERANG NAIK SEPEDA

Oleh : Cynta Aurellya Janningrum





Suatu hari Bily si berang-berang sedang duduk termenung di depan rumahnya, ia sangat sedih karena belum bisa menaiki sepeda dengan lancar seperti teman-temannya yang lain.

Siang hari kemarin, Bily pergi ketaman seperti biasa untuk bermain dengan teman-temannya. Di taman terlihat ada Mia si angsa dan Toby si kelinci mereka  sedang bermain dan bersantai bersama di taman. Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja mereka mendengar suara yang memanggil mereka. Rupanya itu adalah Fox si rubah.

“Hei teman-teman lihatlah!” Teriak Fox. “Aku sudah bisa menaiki sepeda dengan lancar.” Kata Fox sembari berputar-putar dengan sedikit cepat. Fox adalah teman Bily yang senang mencoba sesuatu, ia bisa memanjat pohon dengan pandai bahkan bisa bergelantungan di dahan pohon tersebut.

Teman-teman Foxpun mendekat untuk melihat Fox yang masih berputar-putar dengan sepedanya.

“Hebat sekali Fox! Aku juga ingin bisa naik sepeda sepertimu, bisa tolong ajarkan aku?” Pinta Toby.

“Tentu saja! Ayo naik disepedaku” Fox mulai mengajari Toby hingga Toby lancar. Melihat Toby dan Fox, Mia pun juga minta diajarkan menaiki sepeda.

Dan sepulang dari taman Bily mencoba menaiki sepeda di depan halaman rumahnya, pada percobaan pertama Bily mengayuh dan terlihat tidak seimbang sehingga membuat Bily terjatuh dari sepedanya. Bily terus menerus mencoba untuk menaiki sepedanya namun selalu saja terjatuh.

Beberapa hari kemudian. Teman-teman Bily rupanya sudah bisa naik sepeda dengan begitu lancar. Diantara mereka hanya Bily yang belum bisa menaiki sepeda. Bahkan Toby sudah bisa naik sepeda dengan melambaikan tangan kearahnya.

“Kita jalan-jalan mengelilingi desa yuk!. Nanti kita bisa berkunjung ke kebun”. Ajak Mia

Bily sebenarnya ingin sekali ikut mengelilingi desa bersama mereka, tetapi ia takut jika teman-temannya menertawakan dirinya yang belum bisa menaiki sepeda. Dan Bilypun menolak ajakan Mia pergi ke desa dan pulang kerumah.

Sesampainya dirumah Bily bertemu dengan ibu Bily. Bily meminta ibunya untuk mengajarinya menaiki sepeda, ibu Bilypun dengan senang hati membantunya. Setiap hari Bily berlatih menaiki sepeda di bantu ibunya yang memegang sadel sepeda dari belakang. Namun dari latihan itu ternyata Bily belum juga bisa menaiki sepedanya dengan benar sampai-sampai Bily menyerah dan tidak lagi ingin berlatih.

Pada hari setelah terakhir Bily berlatih bersama ibunya Bily memutuskan untuk menyerah dan ingin berjalan-jalan. Saat sampai di taman ia melihat Fox yang sedang berusaha menendang bola ke arah sebuah gawang di depannya. Setiap kali Fox menendang, bola tersebut meleset melewati gawang.

“Bagaimana ini Fox belum juga bisa menendang bola masuk ke dalam gawang”. Seru Toby.

“Iya ini sulit sekali, aku akan mencobanya lain kali”. Kata Fox

Melihat itu Bily melanjutkan jalannya kesebuah Sungai disana ia melihat Mia bersama dengan adiknya. Disana terlihat Mia yang sedang mengajak adiknya untuk melompat ke air.

“Ayo melompatlah Lily, jangan takut!”. Seru Mia

Lily hanya menatap Mia dan air di Sungai dengan perasaan takut. Ia membutuhkan waktu  lama untuk berani melompat masuk ke dalam air. Ia tidak mau masuk ke air karena takut tenggelam. Tapi setelah menimbang-nimbang akhirnya Lily pun berhasil melompat ke dalam air dan berenang bersama Mia.

Setelah melihat Mia dan adiknya Bilypun melanjutkan perjalanannya dan tiba-tiba saja ia berhenti karena melihat sesuatu didepan matanya. Rupanya itu adalah Glen si beruang, Glen sedang berlajan menuju kearah Bily dengan menaiki sepatu roda miliknya.

“Hi Bily!”.Sapa Glen

“Hi Glen.. wah kamu jago sekali bermain sepatu roda! Hei kenapa dengan tanganmu?”. Tanya Bily

 Mendengar pertanyaan dari Bily Glen pun menunjukkan tangannya yang di penuhi dengan luka  “Terima kasih.. tanganku terluka karena terus terjatuh saat berlatih menggunakan sepatu roda. Aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menaiki sepatu roda ini, sekarang saja aku masih harus menggunakan pengaman untuk main sepatu roda”. Glen kemudian menunjukkan helm serta pengaman untuk lengan dan kakinya.

“Nah, itu dia!”. Seru Bily berlari pulang ke rumahnya.

Sepulang dari jalan-jalannya, Bily segera mencari ibunya.

“Ibu! Ibu!”. Teriaknya. “Tolong pasangkan roda penolong pdi sepedaku ibu”. Pintanya

Ibu Bily pun menuruti apa yang di pinta oleh Bily, kemudian setelah roda penolong tersebut telah terpasang Bilypun naik di atas sepeda dan mencoba mengayuhnya. Dan pada akhirnya Bily bisa menaiki sepedanya walaupun dibantu dengan roda penolong tersebut. Kini Bily dapat menaiki sepeda sama seperti teman-teman yang lain dan Bily begitu bersemangat untuk mengayuh sepedanya.

Komentar

Posting Komentar